RISET IPB: Tanaman Kenaf Bermanfaat Bagi Industri

large_ipb_baru

Tanaman kenaf (Hibiscus cannabinus L.) mempunyai peranan yang cukup penting bagi perekonomian Indonesia.

Kenaf merupakan salah satu jenis tanaman penghasil serat selain rosela (Hibiscus sabdariffa) dan yute (Corchorus capsularis).

Serat yang dihasilkan digunakan untuk bahan baku pembuatan karung goni sebagai pengemas hasil pertanian, seperti: gula,  gabah, beras,  kopi, kakao, kopra, lada, dan cengkeh. Selain itu, serat kenaf juga digunakan sebagai bahan baku  untuk pembuatan doortrim mobil

“Upaya strategis  mempertahankan eksistensi tanaman kenaf di Indonesia adalah dengan diversifikasi produk. Peluang diversifikasi yang relevan dengan keadaan sekarang adalah untuk bahan baku pembuatan pulp,” kata  peneliti yang juga  pengajar Departemen Teknologi Hasil Hutan Institut Pertanian Bogor (IPB) Dede Hermawan, Selasa 5 Juni 2012.

Batang kenaf secara teknis merupakan penghasil pulp mutu tinggi dibandingkan dengan bagas (ampas tebu) tetapi sedikit di bawah mutu pulp kayu pinus.

Selain sebagai bahan baku pulp untuk papan serat dan kertas, bagian dalam batang (core) kenaf juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku papan partikel.

Sebagian besar bahan baku pulp diperoleh dari Hutan Alam yang sudah semakin habis dan Hutan Tanaman Industri (HTI) yang baru siap ditebang pada umur 6 – 7 tahun.

Selama HTI tersebut belum menghasilkan, maka tanaman semusim seperti kenaf sangat berpeluang untuk dipergunakan sebagai bahan baku pulp.

“Batang kenaf mempunyai kadar holoselulosa dan alfaselulosa yang sangat sesuai untuk pulp, dimana kadar lignin dan pentosan yang jauh lebih rendah dari bahan ligno-selulosa lainnya, sehingga kebutuhan bahan kimia untuk larutan pemasakan juga lebih rendah,” ujarnya.

Dede menambahkan keunggulan dari pemanfaatan batang kenaf yakni umurnya pendek, yaitu 4-4,5 bulan, dapat ditanam sepanjang tahun, dapat diusahakan pada lahan banjir, irigasi dan tadah hujan, dapat diusahakan tumpang sari dengan tanaman jagung, cabe dan sisa-sisa daun dapat digunakan sebagai pakan ternak.

Namun bila penyimpanan kurang baik, batang mudah lapuk dan terserang cendawan dan untuk penanaman kenaf diperlukan perkebunan benih khusus. “Benih yang dibutuhkan untuk penanaman serat sebanyak 15 Kg/ha,” tambahnya.

Dari penelitian yang dilakukannya, batang kenaf  terdiri dari sekitar 40% lapisan tipis bagian luar dan sekitar 60 % bagian inti yang sangat ringan. Bagian inti kenaf  memiliki kerapatan sekitar 100–200 kg/m3 dengan serat lebih pendek dari bagian luar. Kenaf bagian core ini masih belum termanfaatkan.

”Pada industri serat kenaf, core kenaf merupakan hasil ikutan (by-product) yang dihasilkan dari industri tersebut, dan biasanya hanya dijadikan kayu bakar oleh petani. Oleh karena itu dalam rangka meningkatkan nilai tambah dari tanaman kenaf, dilakukan beberapa penelitian pembuatan papan partikel dengan menggunakan core kenaf,” ujarnya.

Beberapa penelitian yang telah dilakukan di laboratorium Bio-komposit, Departemen Hasil Hutan, Fakultas Kehutanan IPB antara lain: Pembuatan papan partikel dari berbagai ukuran core kenaf dengan variasi target kerapatan papan.

Kemudian pembuatan papan partikel pada berbagai kadar parafin, Pembuatan balok laminasi dari partikel core kenaf, Pembuatan papan partikel core kenaf tanpa perekat, Pembuatan papan semen-gypsum dari core kenaf dengan teknologi pengerasan autoclave.

Khusus mengenai papan semen, teknologi yang dikembangkan adalah dengan memanfaatkan CO2 dalam proses pengerasan semen.

Teknologi konvensional memerlukan waktu sekitar 2-3 minggu untuk mengeraskan semen, akan tetapi dengan menggunakan pengerasan CO2 hanya memerlukan waktu sekitar 60 menit dengan kekuatan meningkat hampir tiga kali lipat.

Keuntungan lain dari teknologi ini adalah dimungkinkan memanfaatkan CO2 dari cerobong asap industri, sehingga udara menjadi bersih.

“Hasil penelitian menunjukkan bahwa core kenaf dapat digunakan sebagai bahan baku papan partikel dengan kualitas yang baik. Selain itu, para ahli otomotif Jepang telah melirik serat kenaf sebagai bahan baku pembuatan doortrim mobil.”

“Di Jepang dan Amerika, serat kenaf banyak digunakan untuk lapisan dalam mobil dan kursi mobil-mobil mewah. Salah satu papan partikel ini sudah diuji-coba oleh PT Toyota Boshoku Indonesia sebagai bahan baku pembuatan doortrim mobil,” ujarnya. (Bsi)

(Sumber: Bisnis Indonesia)

Responses are currently closed, but you can trackback from your own site.

Comments are closed.

Powered by WordPress | Designed by: Video Games | Thanks to stadtrundgang berlin, seo services and seo