Tahun Ini Empat BUMN Dilego

Tahun Ini Empat BUMN Dilego

Tahun ini pemerintah akan memprivatisasi empat badan usaha milik negara dengan skema penjualan langsung kepada investor/strategic sale (SS). Keempat perusahaan itu adalah PT Kertas Leces, PT Varuna Tirta Prakasya (VTP), PT Banda Ghara Reksa (BGR), dan PT Energy Management Indonesia (EMI). Rencananya, pemerintah akan melepas maksimal 100 persen pemilikan saham.

Dalam Rencana Besar Kementerian BUMN 2012-2014 disebutkan bahwa pelepasan saham dilakukan karena negara  tidak perlu lagi memiliki BUMN di sektor yang sangat kompetitif itu. Masuknay investor strategis ke empat BUMN tersebut diharapkan memberi manfaat bagi kesinambungan perusahaan.

Kepala Biro Perencanaan dan Sumberdaya Manusia Kementerian BUMN, Imam Apriyanto, mengatakan BGR sedang dikaji untuk emmperkuat BUMN pangan. Sedangkan VTP rencananya di-inbreng-kan (disatukan dengan membagi keuntungan) dengan PT Kawasan Berikat Nusantara. “Karena KBN butuh VTN untuk menunjang bisnisnya,” ujarnya, kemarin .

Mantan Sekretaris kementerian BUMN Said Didu mengatakan pelepasan saham pada keempat BUMN tersebut tidak jadi masalah. “Peran keempat BUMN tersebut sudah bisa dilakukan swasta, jadi tidak terlalu masalah jika dilepas 100 persen, katanya.

Dia mengingatkan, pemerintah akan kesulitan melakukan proses privatisasi yang melibatkan beberapa instansi, seperti Kementerian BUMN, Komite Privatisasi, Kementerian Keuangan, Dewan Perwakialn Rakyat, Kementerian Hukum dan HAM, Sekretariat Negara serta Presiden. Untuk mengantisipasi hal tersebut, diperlukan sosialisasi dan komunikasi antar stakeholder. “Kalau proses molor, bisa mengakibatkan hilang momentumnya.”

Sebelumnya, Menteri BUMN Dahlan Iskan mengatakan, hingga tahun lalu ada 16 BUMN yang merugi, seperti Merpati Nusantara Airlines, PT PAL, Inka, dan Kertas Leces. Dahlan mengisyaratkan akan menutup BUMN yang terus menerus merugi. “Beberapa yang rugi ditutup saja. Ruginya tidak habis-habis,” ujarnya.

Selain ditutup, BUMN yang merugi diberi kesempatan merger dengan BUMN lain atau diakuisisi oleh BUMN yang lebih sehat. Namun Dahlan tidak mengungkapkan BUMN mana yang hendak ditutup, dimerger, atau diprivatisasi. “Yang pasti Kertas Leces tidak ditutup.”

(sumber: Koran Tempo)

Responses are currently closed, but you can trackback from your own site.

Comments are closed.

Powered by WordPress | Designed by: Video Games | Thanks to stadtrundgang berlin, seo services and seo