Tenaga surya dinilai menjadi kunci dekarbonisasi industri karena paling memungkinkan diterapkan di kawasan industri dibanding sumber EBT lainnya. Pemerintah menargetkan tambahan kapasitas surya 17,06 GW dalam RUPTL 2025–2034, dengan mayoritas dibangun oleh swasta. Meski potensinya besar, adopsi PLTS masih menghadapi tantangan biaya investasi awal dan ketersediaan lahan, sehingga diperlukan dukungan pendanaan, teknologi, dan kemitraan untuk mempercepat pemanfaatannya.