Beranda
Sekilas APKI
Profil APKI
Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga
Struktur Organisasi
Program Kerja
Pohon Industri
Keanggotaan
Bergabung dengan APKI
Hak dan Kewajiban Anggota APKI
Anggota APKI
List of Authorized Recovered Paper Processing Facilities
Berita
Pustaka
Regulasi
Buletin APKI
Direktori APKI
Galeri
Pustaka Lainnya
Kontak
Login
Category : EKONOMI & INDUSTRI
Kemasan kini berperan penting dalam efisiensi dan keberlanjutan industri. Inovasi desain engineered cardboard hadir dengan pendekatan yang presisi sehingga penggunaan material lebih hemat, efisiensi logistik meningkat, dan limbah berkurang, menjadikan kemasan bukan lagi beban biaya, melainkan bagian dari sistem operasional yang mendukung daya saing dan prinsip keberlanjutan.
Tenaga surya dinilai menjadi kunci dekarbonisasi industri karena paling memungkinkan diterapkan di kawasan industri dibanding sumber EBT lainnya. Pemerintah menargetkan tambahan kapasitas surya 17,06 GW dalam RUPTL 2025–2034, dengan mayoritas dibangun oleh swasta. Meski potensinya besar, adopsi PLTS masih menghadapi tantangan biaya investasi awal dan ketersediaan lahan, sehingga diperlukan dukungan pendanaan, teknologi, dan kemitraan untuk mempercepat pemanfaatannya.
KKP memperkuat produksi dan kualitas garam nasional melalui penerapan teknologi Tunnel–Sea Water Reverse Osmosis (SWRO) yang memungkinkan produksi garam berkualitas tinggi berlangsung sepanjang tahun, termasuk saat musim hujan. Teknologi ini meningkatkan efisiensi, mempercepat proses kristalisasi, serta menghasilkan garam yang lebih putih dan sesuai standar industri, sekaligus menyediakan air bersih sebagai produk sampingan. Inovasi ini dinilai mendukung swasembada garam dan meningkatkan kesejahteraan petambak melalui modernisasi pergaraman nasional.
PT Garam memulai pembangunan tiga proyek hilirisasi strategis berteknologi MVR di Sampang dan Gresik dengan total kapasitas 380.000 ton per tahun untuk memperkuat pasokan dan kualitas garam industri nasional. Proyek ini menjadi bagian dari agenda hilirisasi Danantara Indonesia senilai sekitar Rp110 triliun, yang bertujuan meningkatkan nilai tambah industri, memperkuat rantai pasok, serta mendorong swasembada garam dan penciptaan lapangan kerja.
Sektor manufaktur Indonesia mengawali 2026 dengan tren positif, ditandai PMI Manufaktur 52,6 yang didorong oleh kuatnya permintaan domestik dan stabilnya produksi. Kinerja ekspor, surplus perdagangan, serta inflasi yang terkendali turut menjaga optimisme pelaku usaha, sementara pemerintah berkomitmen memperkuat iklim usaha dan daya saing industri.
Indonesia menargetkan peningkatan ekspor dan perluasan penggunaan sistem pembayaran QRIS ke negara-negara APEC untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan APEC menyumbang sekitar 70% ekspor Indonesia dan menjadi pasar strategis, termasuk AS dan China, dengan komoditas utama seperti logam, sawit, tekstil, furnitur, dan produk pertanian. Selain ekspor, pemerintah juga mendorong adopsi QRIS lintas negara guna memperkuat transaksi digital di kawasan APEC.
Presiden Prabowo Subianto menargetkan pengembangan seluruh sektor industri dalam dua hingga tiga tahun ke depan untuk menjadikan Indonesia sebagai pemimpin industrialisasi, sekaligus membuka lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan rakyat. Ia juga menyoroti upaya swasembada pangan, penurunan harga pangan, serta perluasan program Makanan Bergizi Gratis yang ditargetkan menjangkau lebih dari 80 juta penerima pada akhir 2026.
Beranda
Sekilas APKI
Profil APKI
Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga
Struktur Organisasi
Program Kerja
Pohon Industri
Keanggotaan
Bergabung dengan APKI
Hak dan Kewajiban Anggota APKI
Anggota APKI
List of Authorized Recovered Paper Processing Facilities
Berita
Pustaka
Regulasi
Buletin APKI
Direktori APKI
Galeri
Pustaka Lainnya
Kontak
Cari di Website APKI
Generic selectors
Exact matches only
Search in title
Search in content
Post Type Selectors